Skip to content

My Blog

My WordPress Blog

Menu
  • Sample Page
Menu
10 Kesalahan Umum QS Pemula

10 Kesalahan Fatal Quantity Surveyor Pemula yang Sering Terjadi di Lapangan

Posted on December 30, 2025

Mengenal 10 Kesalahan Quantity Surveyor Pemula dalam Proyek Konstruksi

10 Kesalahan Umum QS Pemula

Menjadi Quantity Surveyor (QS) bukan sekadar mampu menghitung volume pekerjaan atau menyusun RAB. Di lapangan, QS memegang peran strategis yang langsung memengaruhi biaya, arus kas, dan keuntungan proyek. Kesalahan kecil dalam perhitungan atau pengambilan keputusan bisa berdampak besar pada keseluruhan proyek.

QS pemula sering datang dengan bekal teori yang kuat, tetapi minim pengalaman lapangan. Perbedaan antara kondisi ideal di atas kertas dan realita di proyek sering menjadi jebakan awal. Tekanan waktu, koordinasi dengan banyak pihak, serta perubahan pekerjaan yang cepat menuntut QS untuk bekerja akurat dan responsif.

Sayangnya, banyak QS pemula mengulangi kesalahan yang sama. Kesalahan ini tidak selalu terlihat di awal, tetapi dampaknya muncul seiring berjalannya proyek. Biaya membengkak, pembayaran bermasalah, klaim berlarut-larut, hingga konflik kontrak sering berakar dari kesalahan dasar QS.

Artikel ini membahas sepuluh kesalahan fatal Quantity Surveyor pemula yang paling sering terjadi di lapangan, sekaligus memberikan panduan praktis untuk menghindarinya.

Pentingnya Akurasi QS

Akurasi menjadi fondasi utama pekerjaan Quantity Surveyor. Setiap angka yang disusun QS menjadi dasar pengambilan keputusan manajemen, pemilik proyek, dan kontraktor. Kesalahan kecil dalam volume atau harga satuan bisa berlipat ganda nilainya pada proyek berskala besar.

QS tidak hanya dituntut akurat secara teknis, tetapi juga konsisten secara administratif. Dokumen QS menjadi rujukan kontrak, pembayaran termin, dan penyelesaian akhir proyek. Ketika QS bekerja tanpa ketelitian, proyek akan kehilangan kontrol biaya.

Akurasi QS juga berhubungan langsung dengan kredibilitas profesional. Sekali QS dikenal ceroboh, kepercayaan dari tim proyek akan menurun. Karena itu, memahami kesalahan umum QS pemula menjadi langkah penting untuk membangun karier yang solid.

10 Kesalahan Umum QS Pemula

1. Mengandalkan Gambar Tanpa Memahami Kondisi Lapangan

Banyak QS pemula terlalu percaya pada gambar desain tanpa melakukan pengecekan lapangan. Mereka menghitung volume seolah kondisi di lapangan selalu ideal.

Padahal, perbedaan elevasi, akses lokasi, dan kondisi tanah sering memengaruhi volume dan metode kerja. QS yang tidak memahami kondisi lapangan akan menghasilkan perhitungan yang jauh dari realita.

2. Salah Menghitung Volume Pekerjaan

Kesalahan volume menjadi masalah klasik QS pemula. Kekeliruan membaca skala gambar, lupa menghitung item tertentu, atau salah asumsi dimensi sering terjadi.

Kesalahan ini tampak kecil, tetapi dampaknya besar. Volume yang salah akan memengaruhi RAB, pembayaran, hingga final account proyek.

3. Menggunakan Harga Satuan Tidak Update

QS pemula sering menggunakan harga satuan lama atau data yang tidak relevan dengan kondisi pasar saat ini. Mereka mengambil referensi proyek lama tanpa menyesuaikan dengan inflasi, lokasi, dan kondisi pasar.

Akibatnya, estimasi biaya menjadi tidak realistis. Proyek berisiko mengalami pembengkakan biaya sejak awal.

4. Tidak Memahami Lingkup Kontrak dengan Baik

Banyak QS pemula fokus pada perhitungan, tetapi mengabaikan pemahaman kontrak. Mereka tidak membaca klausul secara menyeluruh atau tidak memahami batas tanggung jawab pekerjaan.

Kesalahan ini sering memicu masalah saat terjadi variasi pekerjaan atau klaim. QS kesulitan menentukan apakah suatu pekerjaan termasuk dalam kontrak atau layak diklaim sebagai tambahan.

5. Lemah dalam Dokumentasi

QS pemula sering menyepelekan dokumentasi. Mereka menyimpan data secara tidak rapi atau tidak mencatat perubahan pekerjaan dengan baik.

Ketika proyek memasuki tahap klaim atau audit, data yang tidak lengkap akan menyulitkan pembuktian. Kondisi ini merugikan perusahaan dan memperlemah posisi QS.

6. Terlalu Fokus pada Angka, Mengabaikan Komunikasi

Kemampuan teknis saja tidak cukup. QS pemula sering kurang aktif berkomunikasi dengan tim lapangan, kontraktor, dan manajemen proyek.

Akibatnya, QS tidak mendapatkan informasi terbaru terkait perubahan pekerjaan. Ketidaksinkronan ini memicu perbedaan persepsi dan konflik di kemudian hari.

7. Tidak Mengantisipasi Variasi Pekerjaan

Variasi pekerjaan hampir selalu terjadi di proyek konstruksi. QS pemula sering tidak mengantisipasi dampak biaya dari perubahan ini.

Mereka baru bereaksi setelah pekerjaan terlaksana, sehingga kehilangan kesempatan untuk mengontrol biaya dan negosiasi secara optimal.

8. Salah Menilai Progres Pekerjaan

Evaluasi progres menjadi dasar pembayaran termin. QS pemula sering menilai progres tanpa verifikasi lapangan yang memadai.

Kesalahan ini bisa menyebabkan pembayaran berlebih atau kekurangan bayar. Kedua kondisi tersebut sama-sama berisiko dan dapat merusak hubungan kerja.

9. Mengabaikan Cashflow Proyek

QS pemula sering fokus pada total biaya tanpa memperhatikan arus kas. Mereka tidak menyusun proyeksi cashflow secara rinci.

Padahal, proyek membutuhkan dana pada waktu tertentu. Ketidakseimbangan cashflow dapat menghambat operasional meskipun total anggaran masih tersedia.

10. Tidak Mau Belajar dari Kesalahan

Kesalahan terbesar QS pemula adalah menolak evaluasi. Mereka mengulang kesalahan yang sama karena tidak mau belajar dari pengalaman proyek sebelumnya.

QS yang tidak terbuka terhadap masukan akan sulit berkembang dan berisiko kehilangan kepercayaan tim.

Cara Menghindari Kesalahan

Menghindari kesalahan QS pemula membutuhkan kombinasi pengetahuan, pengalaman, dan sikap profesional. QS perlu membangun kebiasaan kerja yang sistematis sejak awal karier.

QS harus rutin turun ke lapangan untuk memahami kondisi aktual. Dengan melihat langsung, QS dapat menghubungkan gambar dengan realita pekerjaan.

Menggunakan data harga yang selalu diperbarui menjadi keharusan. QS sebaiknya membangun database harga sendiri berdasarkan proyek yang pernah dikerjakan.

Pemahaman kontrak harus menjadi prioritas. QS perlu membaca dan memahami setiap klausul yang berkaitan dengan lingkup pekerjaan, variasi, dan klaim.

QS juga perlu membangun sistem dokumentasi yang rapi. Setiap perubahan pekerjaan harus tercatat dengan jelas dan terdokumentasi dengan baik.

Kemampuan komunikasi tidak kalah penting. QS perlu aktif berkoordinasi dengan tim proyek agar informasi selalu sinkron.

Terakhir, QS harus bersikap terbuka terhadap evaluasi. Setiap proyek memberikan pelajaran berharga untuk meningkatkan kualitas kerja di proyek berikutnya.

Kesimpulan

Kesalahan Quantity Surveyor pemula sering terjadi karena kurangnya pengalaman lapangan dan pemahaman menyeluruh terhadap peran QS. Sepuluh kesalahan fatal yang dibahas dalam artikel ini menunjukkan bahwa pekerjaan QS tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah.

Akurasi, pemahaman kontrak, komunikasi, dan dokumentasi menjadi kunci keberhasilan QS di lapangan. QS pemula yang mampu menghindari kesalahan ini akan lebih cepat berkembang dan mendapatkan kepercayaan dalam tim proyek.

Bagi perusahaan, membina QS sejak awal karier sangat penting untuk menjaga kualitas pengendalian biaya proyek. QS yang kompeten tidak hanya melindungi anggaran, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap keberhasilan dan keuntungan proyek.

Tingkatkan akurasi anggaran dan pengambilan keputusan proyek bersama Quantity Surveyor berpengalaman. Klik tautan ini untuk melihat jadwal terbaru dan penawaran spesial yang dirancang khusus untuk kebutuhan proyek konstruksi Anda

Referensi

  1. Royal Institution of Chartered Surveyors (RICS). Quantity Surveying and Construction Management.
  2. Ashworth, A., & Hogg, K. (2017). Willis’s Practice and Procedure for the Quantity Surveyor. Wiley-Blackwell.
  3. Seeley, I. H. (2014). Building Economics. Palgrave Macmillan.
  4. CIOB. Best Practice for Quantity Surveyors in Construction.
  5. PMI. Construction Cost Management Best Practices.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Alasan Quantity Surveyor Jadi Profesi Paling Dicari di Industri Konstruksi
  • Quantity Surveyor dan Efisiensi Proyek: Kombinasi yang Tidak Bisa Dipisahkan
  • Kesalahan Umum dalam Estimasi Biaya yang Bisa Dihindari Quantity Surveyor
  • Cara Quantity Surveyor Menyusun RAB yang Akurat dan Profesional
  • Quantity Surveyor sebagai Pengendali Cashflow Proyek Konstruksi

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • January 2026
  • December 2025

Categories

  • pelatihan
  • quantity surveyor
  • soft skill
  • strategi
  • training
  • Uncategorized
©2026 My Blog | Design: Newspaperly WordPress Theme