Tender Proyek Lebih Aman dengan Keterlibatan Quantity Surveyor

Proses tender menjadi gerbang awal keberhasilan sebuah proyek konstruksi. Di tahap inilah perusahaan menentukan apakah proyek akan memberikan keuntungan atau justru membawa risiko kerugian sejak hari pertama. Sayangnya, banyak perusahaan masih memandang tender hanya sebagai proses administratif untuk memenangkan pekerjaan dengan harga terendah.
Dalam praktiknya, pendekatan tersebut sering menimbulkan masalah. Proyek memang dimenangkan, tetapi margin keuntungan sangat tipis atau bahkan negatif. Kesalahan ini biasanya muncul karena kurangnya analisis biaya yang matang dan minimnya keterlibatan Quantity Surveyor (QS) sejak tahap tender.
Quantity Surveyor memiliki peran strategis dalam tender proyek. QS membantu perusahaan menyusun penawaran yang kompetitif sekaligus realistis. QS memastikan setiap angka dalam dokumen tender mencerminkan kondisi lapangan, risiko proyek, dan tujuan bisnis perusahaan.
Artikel ini membahas proses tender proyek, peran Quantity Surveyor dalam setiap tahap tender, serta risiko besar yang muncul ketika QS tidak dilibatkan secara optimal.
Proses Tender Proyek
Tender proyek konstruksi melibatkan serangkaian tahapan yang membutuhkan ketelitian tinggi. Setiap tahap memiliki implikasi langsung terhadap biaya dan risiko proyek.
Proses tender biasanya dimulai dengan penerbitan dokumen tender oleh pemilik proyek. Dokumen ini mencakup gambar desain, spesifikasi teknis, syarat administrasi, dan ketentuan kontrak. Dokumen tersebut menjadi dasar bagi kontraktor untuk menyusun penawaran.
Tahap berikutnya adalah peninjauan dokumen tender. Pada tahap ini, tim proyek harus memahami lingkup pekerjaan, metode pelaksanaan, dan risiko yang mungkin muncul. Kesalahan interpretasi di tahap ini dapat berdampak serius pada perhitungan biaya.
Setelah itu, kontraktor menyusun estimasi biaya dan harga penawaran. Proses ini sering dianggap sebagai pekerjaan cepat untuk mengejar tenggat waktu. Padahal, tahap ini membutuhkan analisis mendalam agar penawaran tetap kompetitif tanpa mengorbankan profitabilitas.
Tahap klarifikasi dan negosiasi juga sering terjadi dalam tender. Pemilik proyek dapat meminta penjelasan detail terkait harga atau metode kerja. Keputusan yang diambil pada tahap ini akan memengaruhi struktur biaya proyek.
Akhirnya, pemilik proyek menetapkan pemenang tender. Keputusan ini tidak hanya bergantung pada harga terendah, tetapi juga pada kelengkapan dokumen, kredibilitas perusahaan, dan kelayakan teknis.
Di setiap tahap tersebut, Quantity Surveyor seharusnya memegang peran penting. Namun dalam praktik, peran ini sering terpinggirkan.
Peran QS dalam Tender
Quantity Surveyor memberikan kontribusi besar dalam proses tender proyek. Peran ini tidak terbatas pada perhitungan biaya, tetapi juga mencakup analisis strategis.
Analisis Dokumen Tender Secara Menyeluruh
QS menelaah dokumen tender secara detail. QS memastikan seluruh lingkup pekerjaan tercakup dalam perhitungan biaya.
Dengan pengalaman teknis dan komersial, QS mampu mengidentifikasi potensi ketidakjelasan dalam dokumen tender. Identifikasi ini membantu perusahaan menghindari kesalahan asumsi yang dapat merugikan.
Penyusunan Estimasi Biaya yang Akurat
QS menyusun estimasi biaya berdasarkan data pasar, metode pelaksanaan, dan kondisi proyek. QS tidak hanya menghitung biaya langsung, tetapi juga mempertimbangkan biaya tidak langsung dan risiko.
Estimasi yang akurat membantu perusahaan menetapkan harga penawaran yang realistis. Pendekatan ini menjaga keseimbangan antara daya saing dan profitabilitas.
Analisis Risiko Tender
Setiap proyek memiliki risiko yang berbeda. QS menganalisis risiko teknis, finansial, dan kontraktual yang muncul dari dokumen tender.
Analisis ini membantu manajemen memahami konsekuensi dari setiap keputusan harga. Dengan informasi tersebut, perusahaan dapat menentukan strategi penawaran yang paling aman.
Penentuan Strategi Harga
QS berperan dalam menentukan strategi harga tender. QS membantu manajemen memutuskan apakah perusahaan akan menekan margin, mengoptimalkan metode kerja, atau mengusulkan alternatif teknis.
Strategi harga yang tepat meningkatkan peluang menang tender tanpa mengorbankan stabilitas keuangan perusahaan.
Dukungan pada Klarifikasi dan Negosiasi
QS menyediakan data dan argumen biaya yang kuat saat proses klarifikasi dan negosiasi. QS membantu menjelaskan dasar perhitungan harga secara profesional.
Dengan dukungan QS, perusahaan dapat mempertahankan posisinya tanpa terjebak dalam perang harga yang tidak sehat.
Evaluasi Kelayakan Proyek
QS membantu manajemen mengevaluasi kelayakan proyek sebelum keputusan akhir. Evaluasi ini mencakup potensi keuntungan, risiko, dan kesesuaian proyek dengan kapasitas perusahaan.
Melalui evaluasi ini, perusahaan dapat menghindari proyek yang berisiko tinggi meskipun terlihat menarik di atas kertas.
Risiko Jika QS Tidak Terlibat
Mengabaikan peran Quantity Surveyor dalam tender proyek dapat menimbulkan berbagai risiko serius.
Risiko pertama adalah kesalahan estimasi biaya. Tanpa QS, perusahaan rentan melewatkan komponen biaya penting. Kesalahan ini sering baru terlihat saat proyek sudah berjalan.
Risiko kedua berkaitan dengan harga penawaran yang tidak realistis. Harga terlalu rendah memang meningkatkan peluang menang tender, tetapi sering berujung pada tekanan biaya dan konflik selama proyek.
Risiko berikutnya adalah lemahnya posisi kontraktual. Tanpa analisis QS, perusahaan dapat menyetujui syarat kontrak yang merugikan. Kondisi ini meningkatkan potensi klaim dan sengketa.
Risiko lain muncul pada tahap pelaksanaan proyek. Estimasi yang lemah membuat pengendalian biaya menjadi sulit. Proyek berpotensi mengalami pembengkakan biaya dan penurunan kualitas.
Selain itu, keputusan tender tanpa dukungan QS sering mengabaikan risiko jangka panjang. Proyek mungkin terlihat menguntungkan di awal, tetapi membawa dampak negatif terhadap arus kas dan reputasi perusahaan.
Dalam jangka panjang, kebiasaan mengabaikan QS dalam tender dapat merusak kinerja perusahaan. Margin keuntungan menurun, konflik meningkat, dan keberlanjutan bisnis terancam.
Kesimpulan
Tender proyek bukan sekadar proses memenangkan pekerjaan. Tender merupakan fondasi utama keberhasilan proyek konstruksi dari sisi finansial dan operasional.
Quantity Surveyor memegang peran strategis dalam proses ini. QS membantu perusahaan menyusun penawaran yang kompetitif, realistis, dan berbasis analisis risiko. Dengan dukungan QS, perusahaan dapat mengambil keputusan tender yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Mengabaikan peran QS dalam tender berarti membuka pintu bagi berbagai risiko, mulai dari kesalahan estimasi hingga kerugian proyek. Oleh karena itu, perusahaan konstruksi profesional perlu menempatkan QS sebagai bagian inti dari tim tender.
Bagi perusahaan yang ingin meningkatkan kualitas penawaran dan menjaga profitabilitas proyek, keterlibatan Quantity Surveyor sejak tahap tender bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis.
Tingkatkan akurasi anggaran dan pengambilan keputusan proyek bersama Quantity Surveyor berpengalaman. Klik tautan ini untuk melihat jadwal terbaru dan penawaran spesial yang dirancang khusus untuk kebutuhan proyek konstruksi Anda
Referensi
- Royal Institution of Chartered Surveyors (RICS). Quantity Surveying and Construction Management.
- Ashworth, A., & Hogg, K. (2017). Willis’s Practice and Procedure for the Quantity Surveyor. Wiley-Blackwell.
- CIOB. Code of Practice for Project Cost Management.
- PMI. Construction Extension to the PMBOK® Guide.
- Love, P. E. D., Edwards, D. J., & Irani, Z. (2012). Moving Beyond Optimism Bias and Strategic Misrepresentation.